Search

5 Cara Membuat Marketing Campaign yang Outstanding

  • Share this:
5 Cara Membuat Marketing Campaign yang Outstanding

Di kehidupan modern kini, campaign adalah sesuatu yang cukup lumrah ditemukan. Kampanye politik mungkin menjadi jenis yang sering terdengar, namun meledaknya media sosial membuat kita turut terpapar pada beragam jenis campaign. Dan dalam hal ini, proses atau cara membuat campaign menjadi faktor yang menentukan keberhasilan.

Campaign, atau kampanye, adalah gerakan yang berusaha dilakukan untuk mencapai suatu dampak tertentu pada sekelompok khalayak ramai. 

Seperti misalnya pada konteks politik, campaign dilaksanakan untuk mendapat vote masyarakat dan menduduki suatu jabatan. Sementara jika melirik media sosial saat ini, campaign banyak dilakukan untuk memasarkan brand dan produk.

Angka pengguna media sosial memang dapat dikatakan sangat tinggi. Di saat yang sama, terdapat peluang besar yang akan baik untuk dimanfaatkan marketer. Namun demikian, hal ini belum cukup untuk menjamin keefektifan.

Dibanding memercayakan sepenuhnya pada kekuatan media sosial, kamu juga membutuhkan cara tepat untuk membuat campaign, Risers. Berikut ini adalah hal-hal yang biasanya ditemukan pada campaign-campaign yang efektif serta outstanding!

Berorientasi pada Tujuan

Campaign yang Berorientasi pada Tujuan - Unsplash
Sumber: Unsplash

Kampanye yang baik ialah kampanye yang berorientasi pada tujuan. Dalam banyak hal, termasuk kasus ini, tujuan merupakan dasar yang perlu ditetapkan pertama kali. 

Tujuan ini sebaiknya tidak hanya sekadar tulisan pada catatan. Sebaliknya, tujuan harus benar-benar digunakan sebagai arah dari usaha yang akan dilakukan.

Menetapkan tujuan yang jelas serta spesifik akan sangat membantu proses ke depan. Dengan berfokus padanya, kamu bisa lebih tahu apakah sebuah langkah tepat untuk diambil atau malah melenceng dari goals yang ada. 

Tujuan yang baik adalah yang mempunyai target yang jelas serta rentang waktu untuk menyelesaikannya. Ada metode yang baik untuk menentukan tujuan, yaitu menggunakan SMART goals.

SMART adalah akronim dari spesific, measurable, acheivable, reasonable, dan time-phrase. Dengan menggunakan metode tersebut, tujuan yang kamu buat akan menjadi jelas dan mudah diukur.

Memiliki Indikator Keberhasilan

 

Memiliki Indikator Keberhasilan pada saat Membuat Campaign - Unsplash
Sumber: Unsplash

Selain tujuan, keberadaan faktor penentu keberhasilan juga diperlukan. Dengan ini maka dapat ditentukan apakah strategi tindakan yang telah direncakan efektif atau tidak.

Jangan lupa untuk menetapkan target yang terukur, clear, dan juga relevan. Target yang terukur dan jelas memungkinkan kamu dapat melacak progres dari pekerjaan. Dan tentu saja, target tersebut juga harus berhubungan dengan kegiatan dan juga tujuan akhir. 

Misalnya jika kamu membuat campaign untuk tujuan brand awareness, maka KPI (key performance indicator) juga perlu disesuaikan. Misalnya yaitu impression, memperbanyak pengikut pada media sosial, atau volume dari brand search

Meskipun bertambahnya lead dan sales merupakan hal positif, membuatnya sebagai indikator akan cenderung tidak sesuai dalam kasus brand awareness campaign. Oleh karena itu, akan lebih baik untuk mengeliminasi KPI yang tidak terlalu relevan dengan tujuan. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat Brand Sendiri dari Awal?

Research yang Memadai

Research yang Memadai - Unsplash
Sumber: Unsplash

Selama perencanaan campaign, terdapat beberapa hal yang bisa kamu riset. Hal ini adanya menjadi esensial, sehingga campaign dilakukan dengan dasar data dan pertimbangan. 

Hal pertama adalah menelusuri secara jelas pihak penerima campaign, yaitu target audiens. Pahami siapa audiensmu. Kamu dapat menjabarkan bagaimana demografi pasar yang kamu miliki, hal yang mereka pedulikan, serta informasi krusial lainnya.

Selain itu, kamu juga bisa mengamati campaign-campaign dari kompetitor. Entah kompetitor langsung ataupun tidak langsung, mempelajari bagaimana kompetitor bekerja dapat memberikan insight. Insight ini yang kemudian menjadi pertimbangan dalam membangun campaign kamu sendiri.

Baca Juga: 5 Fungsi Email Marketing untuk Bisnis dan Brand

Konten Campaign yang Berbeda

Membuat Campaign dengan Konten Distinctive - Unsplash
Sumber: Unsplash

Usahakan agar konten dari campaign yang dibuat telah memiliki unsur-unsur yang cukup berbeda. Artinya, kontenmu memiliki keunikan sendiri dan membuat campaign kamu tercirikan. 

Mendapat perhatian audiens sudah pasti adalah hal-hal yang sangat diinginkan dalam membuat campaign. Seperti pada kasus ads campaign, seorang marketer tentu akan membuat iklan yang se-catchy dan se-memorable mungkin. 

Baca Juga: Memanfaatan Konten Viral, Seberapa Efektif?

Evaluasi pada Marketing Campaign

Melakukan Evaluasi pada Campaign - Unsplash
Sumber: Unsplash


Terakhir, jangan lupa untuk mengevaluasi campaign yang telah rampung, Risers!

Proses pelaksanaan tidak diragukan lagi menjadi proses yang krusial dalam campaign. Akan tetapi, evaluasi juga tidak kalah diperlukan. Hal ini utamanya akan membantu kemajuan dari campaign-campaign selanjutnya.

Kamu dapat melakukannya dengan menilai kekurangan dan kesulitan yang pernah dialami. Tidak hanya itu, area-area yang mungkin cukup baik namun belum optimal juga dapat diidentifikasi pada evaluasi. 

Setelah menemukan kesulitan yang telah dilewati tersebut, kita dapat menganalisis proses penyelesaian masalah yang sekiranya bisa dilakukan. Dengan begitu, orang-orang yang bekerja pada campaign nanti akan relatif lebih siap karena telah sadar dengan pengalaman sebelumnya.

Sekian tips atau cara yang dapat diikuti dalam membuat marketing campaign, Risers. Wawasan mengenai marketing campaign ini juga bisa kamu dapatkan lebih mendalam lagi di Harisenin.com, tepatnya pada kelas bootcamp Digital Marketing. Jika tertarik, cek selengkapnya di sini!


Celine Anastasya

Celine Anastasya